DBAGINDAS: Albumnya, Makin Membuat Pusing Jagat Musik
APA YANG membuat kamu jenuh mendengar musik Indonesia? Ada banyak alasan. Salah satu yang kerap saya dengar adalah karena jejalan lagu Melayu dan tema yang [amat] seragam. Hmm, saya nyaris setuju dengan pendapat itu. Betul “nyaris” saja. Kenapa?
Agak menjemukan, tapi saya tetap realistis, mereka –termasuk yang lagi-lagi main musik melayu—berhak hidup dan berkarya di industri musik Indonesia. Soal diterima atau tidak, bukan urusan saya lagi. Itulah yang saya bikin, nyaris tadi.
Oke, mari kita menyesap lagu melayu yang band-nya digadang-gadang bakal menuai sukses tahun ini, d’Bagindas. Band ini adalah campuran bumbu Bandung dengan Malang. Personilnya, Tile [gitar], Dandy [Bass] adalah orang Bandung, sementara Mike [kibord/gitar] dan Bian [vokal], ada arek Malang asli. Citarasa musikalnya pun berbeda. Urang Bandung, lahir dari bentukan musik rock, sementara Malang tetap kental dengan pop.
Jadinya? Tetep saja melayu. dBagindas memang didisain sebagai band pop yang ikut arus. Lalu apa istimewanya kalau begitu? Oke, perhatikan track pertama yang sekaligus jadi single pertama, ‘Apa Yang Terjadi’ . Single ini hanya punya keunggulan, mudah dihapal. Aransemennya terlalu standar, meski mungkin sengaja untuk menembus kelas musical yang kebanyakan.
Single yang bakal jadi jagoan selanjutnya adalah C.I.N.T.A. Entah kenapa, model repetisi seperti lagu ini, makin marak aja jadi lagu. Gara-gara salah satu band [melayu] yang duluan ngetop, akhirnya semua band pop melayu lainnya berderet mengikutinya. Agak menjengkelkan dan menjemukan, tapi apa boleh buat, seperti itulah yang kemudian disukai.
Saya tidak akan membahas, lagu-lagu lain dalam album yang bertajuk C.I.N.T.A, karena semuanya punya alur yang sama dan aransemen yang tidak luarbiasa. Mungkin yang bisa jadi catatan agak melegakan, adalah karakter vokal Bian yang bisa berubah-ubah. Sayangnya, Bian sendiri justru tak punya karakter sendiri. Dia lebih jago menirukan penyanyi pop lain [yang sudah ngetop], ketimbang punya ciri sendiri.
Mungkin bakal ngetop, tapi band ini rentan untuk tidak tahan lama. Sukur-sukur punya attitude yang menyenangkan. Kalau tidak, dijamin cepet selesai.
[joko.moer]